#SOS-17102021-

liga1indonesia2021 sudah memasuki Seri 2, tapi sampai detik ini kinerja komdis pssi nyaris tak terdengar. ADA APA DENGAN KOMDIS? Padahal, banyak kasus yang terjadi baik terkait dengan pertandingan maupun pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah disepakati dalam regulasi kompetisi. Save Our Soccer berharap Komdis PSSI punya nyali bekerja di tengah pandemi Covid-19. Pelanggaran yang dibiarkan Komdis akan menjadi pembenaran dan membuat kompetisi cacat permanen dalam pelaksanaannya

Kinerja Komdis PSSI yang paling dinanti adalah bagaimana menyikapi insiden yang terjadi di laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung, dimana pelatih Persib robertrenealberts bersitegang dengan COO Bhayangkara FC Kombes Pol Sumardji. Memang, keduanya telah melakukan klarifikasi dan menyatakan bersalah serta saling memaafkan. Tapi, bukan berarti masalahnya selesai. Hukum normatif memang sudah selesai ketika keduanya berangkulan dan saling meminta maaf. Tapi, tidak dengan hukum sepakbola. Kasus ini harus masuk meja Komdis untuk disidik dan diberikan putusan hukumnya. Perseteruan di lapangan termasuk pelanggaran terhadap kode etik Komite Disiplin dan juga regulasi. Istilahnya PERILAKU BURUK DI LAPANGAN!


Hal sama juga berlaku bagi perilaku buruk yang terjadi di laga Persipura Jayapura vs Persebaya Surabaya saat pemain persebaya brun mereira berseteru dengan Israel wamiau. Memang wasit memberikan kartu merah kepada keduanya. Tapi, itu bukan berarti tidak bisa disidik dan diberikan hukuman tambahan. Hal sama juga berlaku bagi pelanggaran prokes semisal para pemain makan di luar hotel, atau pemain yang melanggar batasan karantina setelah dari luar negeri. Termasuk soal suporter yang melanggar aturan prokes selama bri Liga1 digelar tanpa penonton sesuai regulasi. NAH, SEMUA INI BAGIAN DARI KERJA KOMDIS PSSI! JANGAN REBAHAN SAJA! AYO KERJA. TEKAKKAN HUKUM SEPAKBOLA! #akmalmarhali #bangkitsepakbolaindonesia #semangatmenolakmenyerah